Senin, 22 Oktober 2012

Haruskah?

Haruskah aku melihat ujung dunia?
Haruskah aku berteriak?
Haruskah aku berlari?
Haruskah aku memanjat tebing tinggi?
hanya untuk bergerak bersamamu lagi
 
Haruskah aku memejamkan mata
dan menahan rasa perih setelah semuanya terjawab

Mudahkah bagimu untuk menghapuskan?
Mudahkah bagimu untuk kembali?
Mudahkah bagimu untuk melupakan?
Mudahkah bagimu untuk terdiam?
Mudahkah bagimu untuk menghentikan?

Menghentikan semua pemberian
Menghapus semua kenangan indah
Melupakan semua rangkaian kata
Mendiamkan semua kisah ini

Aku terus berteriak
tanpa ada yang mendengarkan
Aku terus tertawa
dalam penyesalan yang aku alami
Aku terus terdiam
dimana rangkaian kata terus terdengar

Tak pernah ku sangka
Akhir yang begitu menyayat hati
Padahal jarak tak jauh
Tak jauh dari angan-angan manis kita

Kenapa
kenapa harus kita yang terhenti?
kenapa harus kita yang terdiam?
kenapa harus kita yang terlupa?

Kenapa mereka tertawa?
sedangkan kita menatap buram
Kenapa mereka tersenyum?
sedangkan kita berderas

Aku tak mungkin sanggup melupakanmu
Tak mungkin sanggup menghapuskanmu
Tak mungkin sanggup mendiamkanmu

Aku hanya sanggup menatap buram dirimu
Hanya sanggup menatap harapan musnah
didepan mataku sendiri
Harapan itu harus hilang
tapi bukan kita yang minta
bukan kita yang membuat

Tapi kenapa kita harus merasakan ini?

Jumat, 19 Oktober 2012

Dimana Kebahagiaan?

Kebahagiaan, siapa yang tidak tau kebahagiaan? Kebahagiaan selalu diharapkan oleh semua orang. Kebahagiaan tidak ada yang abadi bahkan kebahagiaan sempurna pun. Kebahagiaan selalu mampir kepada kita tanpa pamit kebahagiaan berubah menjadi kekosongan tanpa arti.
Dimana sebenarnya letak kebahagiaan abadi? Ada diantara kita, perasaan yang membuat kita selalu merasa bahagia, itulah kebahagiaan yang lebih dari sempurna.
Kebahagiaan itu sederhana. Tidak perlu harta yang besar ataupun pengorbanan jiwa. Melihat orang yang kita sayangi senyum itupun kebahagiaan dunia. Tidak kah kau pernah merasakan kebahagiaan sementara yang hilang berubah menjadi kekosongan?
Ya, kebahagiaan yang hanya mimpir dalam mimpi. Bagaikan duduk disebuah ruang diam lalu ada yang melintas hanya sekedar menatap beku senyum harapan kita. Lalu pergi tanpa kata "selamat tinggal" lalu meninggalkan kita didalam kekosongan ruang yang tak pernah berubah.
Hanya keajaiban dan doa yang menyertai kekosongan itu, hanya kehidupan yang menunggu kematian yang menghantui, hanya senyum yang berangan yang bisa berbicara.
Langit tak pernah terbuka untuk semua, langit tak pernah berlukis untuk semua, pelangi tak pernah muncul untuk semua. Mereka tak pernah melakukan itu sendirinya, kita yang perlu mencari dengan cara yang sederhana. Kesederhanaan dalam mencari kebahagiaan itu yang diperlukan agar pelangi dalam hidup tetap ada.

Minggu, 07 Oktober 2012

Dulu - Sekarang

Guys, sekarang sama dulu itu beda banget ya. Gak akan ada sesuatu yang abadi sampai nanti kecuali Allah. Semua pasti akan musnah, begitu juga dengan perasaan manusia.
Bangunan yang kokoh nan terjaga, terkena gempa akan hancur menyakitkan. Melukai semua orang yang  merasakannya. Begitu juga dengan perasaan ini.
Sekokoh apapun dia berdiri akhirnya akan hancur juga, semua ini sakit banget. Ending seperti ini gabisa dibayangkan sebelumnya. Ending yang begitu menyakitkan
Kita berusaha membangun lagi, tapi apa daya. Tidak seindah yang dulu lagi, tidak sekokoh yang dulu lagi. Tidak akan pernah sesama dulu lagi. Aku berusaha menghindar dari semua kenangan. Reruntuhan itu menimpaku, sakit. Menghadirkan malam-malam menyakitkan, menghandirkan cahaya bintang yang menusuk. Aku harus bisa bangkit untuk pergi dari perih, walau semua itu masih ku kenang.
Bangunan itu memang sudah hancur, melukai, menjadi sebuah sejarah yang tidak menyenangkan untuk diingat. Aku masih bisa bertahan dengan semua rasa perih ini.
Aku harap kamu bisa ngerti, biarlah bangunan itu menjadi sejarah yang benar-benar terkubur. Biarkanlah bangunan itu meninggalkan luka bagi semua yang merasakannya. Biarkanlah bangunan itu berjumpa dengan rasa sakit ini.
Jika suatu saat kau dan aku bertemu di bangunan yang berbeda, jangan pernah bertanya tentang bangunan lama. Bangunan itu sudah tiada. Jangan pernah kau mencari letak dimana bangunan itu runtuh. Jangan pernah....
Bangunlah bangunan yang baru, dengan keindahan yang berbeda dan lebih kokoh dari yang dulu.....